Banser KBB Bantu Evakuasi di Lokasi Longsor Sindangkerta dan Cililin

- Maret 05, 2018
Banser KBB Bantu Evakuasi di Lokasi Longsor Sindangkerta dan Cililin

ANSORKBB, Sindangkerta - Pada hari senin (05/03/2018) telah terjadi bencana longsor di beberapa titik di Kabupaten Bandung Barat. Diantaranya longsor menerjang rumah warga di Kampung Cipari RT 03 RW 06 Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin. Tercatat sebuah rumah, madrasah dan masjid mengalami kerusakan yang cukup parah akibat terkena material longsor.

Tidak jauh dari lokasi longsor di Mukapayung, terjadi pula longsor besar di RT 03 RW 11 Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta. Longsor menimbun beberapa rumah warga. Tercatat dua orang meninggal dalam peristiwa yang disinyalir akibat hujan deras yang turun dalam beberapa pekan terakhir ini.

Ketua Ansor Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar turut prihatin atas musibah longsor yang menimpa warga di kecamatan Cililin dan Sindangkerta. Ia menyatakan ikut bela sungkawa atas musibah yang terjadi, dan mendoakan agar keluarga korban senantiasa diberi kesabaran dan kekuatan.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi. Semoga para korban yang meninggal dicatat sebagai syahid, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan," ujarnya.

Evakuasi oleh Banser NU, Tagana dan BPBD
Banser KBB Bantu Evakuasi di Lokasi Longsor Sindangkerta dan Cililin 2
Proses evakuasi oleh Banser NU, Tagana dan BPBD

Sementara itu, Komandan Banser KBB, Habibulloh menyatakan sudah menurunkan tim ke lokasi bencana untuk ikut membantu proses evakuasi pasca terjadinya longsor. Ia mengintruksikan kepada anggotanya agar siaga pada situasi rawan bencana seperti saat ini.

"Kami sudah turunkan anggota di beberapa titik bencana," ujarnya.

Banser membantu membersihkan material longsor yang masuk ke rumah, madrasah dan masjid
Tim evakuasi dari Anggota Banser

Di lokasi bencana, nampak BPBD, Tagana, Banser NU dan masyarakat setempat berbondong-bondong melakukan evakuasi. Pencarian korban masih terus dilakukan. Dari dua korban yang dinyatakan hilang, baru satu korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kedua korban tersebut merupakan ibu dan anak.
**Rifkiyal
Advertisement
 
banner here