Ansor Bandung Barat: Pelaku Penyebar Hoax Tidak Bisa Ditolerir

- Maret 28, 2018
Ansor Bandung Barat: Pelaku Penyebar Hoax Tidak Bisa Ditolerir

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat mengeluarkan sikap resmi terkait maraknya berita hoax yang sering menyebar akhir-akhir ini. Ketua Ansor Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar menyatakan Ansor Bandung Barat mengutuk keras para pembuat berita bohong yang sering meresahkan masyarakat. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan yang tidak bisa ditolerir. Menurutnya, berita bohong bisa mengakibatkan berbagai kehancuran, baik dalam konteks beragama maupun bernegara.

"Kita jadi saling curiga akibat adanya berita hoax. Masyarakat banyak yang dibuat resah, hingga kadang sampai bermusuhan. Berita hoax sangat merusak. Kita bisa melihat negara timur tengah banyak yang berperang gara-gara fitnah dan adu domba, yang tidak lain karena hoax," ujarnya melalui pesan singkat ke tim redaksi pada Senin, 26/3/18.

Sementara itu, wakil ketua Ansor Bandung Barat, Ang Rifkiyal yang juga merupakan praktisi media menyatakan bahwa masyarakat sudah cukup faham dengan situasi saat ini dimana berita bohong dan informasi palsu banyak beredar di mana-mana. Namun menurutnya, kesadaran tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran mengolah informasi yang masuk dengan tabayyun dan konfirmasi.

"Saya rasa masyarakat sudah tahu bahwa banyak berita hoax yang beredar di media. Tapi anehnya, kesadaran untuk melakukan tabayun dan melakukan filtrasi informasi masih kurang. Ujung-jungnya, setiap ada berita, masih saja ditelan mentah-mentah. Ketika beritanya bohong, ya, dibohongi lagi," ujarnya.

Ansor Bandung Barat sendiri secara tegas mendeklarasikan gerakan anti hoax. Hal ini selaras dengan program Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang sudah mengintruksikan semua kadernya untuk memerangi berita hoax. Bahkan, beberapa diantaranya sudah membuat tim khusus untuk menangkal persebaran berita hoax.**
(AR)
Advertisement
 
banner here