Militansi Kader Tak Cukup Didapatkan Hanya Dengan Pendidikan Pengkaderan

- September 08, 2019

Cililin, Ansor Bandung Barat - Mencetak seorang anggota Ansor dan Banser agar menjadi kader yang militan memang tidak mudah, tidak cukup hanya sekedar melalui proses pendidikan pengkaderan semisal PKD atau Diklatsar, yang waktu pendidikannya terbatas oleh waktu dan keadaan. Namun harus berkelanjutan, dan harus ada follow up yang jelas setelahnya.
"Militansi kader sangat sulit didapatkan hanya dengan proses pendidikan sekilas semisal PKD dan Diklatsar yang waktu pelaksanaanya hanya dua atau tiga hari. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya kader yang ikut pendidikan, akan tetapi sangat sedikit yang aktif. Karena memang militansi tidak akan teruji dengan proses yang sebentar. Sehingga harus ada proses berkelanjutan, harus ada follow up yang jelas sebagai rencana tindak lanjut dari proses pendidikan pengkaderan yang telah dilaksanakan" demikian dikatakan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Cililin Asep Abdul Rojak dalam acara Rapat Koordinasi GP Ansor Tingkat Kecamatan Cililin di Rancapanggung, Cililin, Minggu (08/09/2019).
Oleh karena itu, menurut Asep salah satu tujuan dilaksanakannya Rapat Koordinasi ini adalah untuk menindak lanjuti proses pengkaderan yaitu Susbalan yang telah dilaksanakan oleh PC GP Ansor Bandung Barat beberapa waktu yang lalu.
"Tujuan dilaksanakan rapat koordinasi ini, selain membahas program yang akan dilaksanakan dan evaluasi program yang telah dilaksanakan, juga sebagai follow up dari kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu oleh PC GP Ansor Bandung Barat" jelasnya.
Asep mengungkapkan bahwa Kecamatan Cililin mengutus empat orang kadernya untuk mengikuti Susbalan tersebut.
"Dari Kecamatan Cililin diutus empat orang kader untuk ikut Susbalan. Rakor ini salah satunya untuk memfollow up kader- kader yang ikut serta tersebut" ungkapnya.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa salah satu rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pasca proses pendidikan pengkaderan tersebut untuk menumbuhkan sikap militan adalah dengan diadakannya acara pertemuan secara berkesinambungan.
"Adapun rencana tindak lanjut sebagai ikhtiar untuk menumbuhkan sikap militan pada kader tersebut salah satunya dengan diadakannya pemantapan materi melalui  kegiatan pertemuan yang dilaksakan secara berkala. Kalau dalam bahasa tetangga (kelompok dakwah wahabi, red) ada yang disebut dengan 'liqo' yang diadakan secara berkesinambungan" paparnya.
Menurutnya, dari info yang beredar, militansi mereka (kelompok dakwah wahabi, red) salah satunya didapatkan dengan melalui kegiatan itu ('liqo', red).
"Dari informasi yang beredar, mereka menggunakan cara itu untuk memasukkan ideologi yang mereka bawa, sehingga tumbuh sikap militan dari peserta 'liqo' tersebut. Jadi tidak ada salahnya kita adopsi cara mereka, namun dengan substansi yang berbeda" pungkasnya.
Dalam kegiatan rakor tersebut selain dihadiri oleh para pengurus PAC, juga dihadiri oleh para ketua ranting, dewan penasehat, para anggota banser, Dansatkoryon Banser Cililin, Ketua Rijalul Ansor Cililin dan sahabat Dede Saepul Hayat dari unsur Pengurus PC GP Ansor KBB. (AAR Red.)

Advertisement
 
banner here